Website Resmi Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang

Dispaper Pangkalpinang Go to School, Kenalkan Urban Farming dan Hidroponik kepada Pelajar SMPN 5

0

BANGKAPOS.COM, BANGKA — DISPAPER – Keterbatasan lahan di wilayah perkotaan tak menjadi alasan untuk meninggalkan aktivitas pertanian. Hal itu yang coba dikenalkan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) Kota Pangkalpinang kepada para pelajar SMP Negeri 5 Pangkalpinang melalui program Go to School, Kamis (8/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan edukasi mengenai pertanian perkotaan atau urban farming, termasuk pemanfaatan teknologi hidroponik yang memungkinkan tanaman dibudidayakan tanpa membutuhkan lahan yang luas. Plh. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Mashur Samsuri, mengatakan program tersebut menjadi salah satu cara untuk mendekatkan generasi muda dengan dunia pertanian. “Kita memang punya program Dinas Pangan dan Pertanian Go to School. Artinya, kita di sini mengajak kalangan Z dan milenial untuk cinta dengan tanaman,” kata Mashur. Menurut Mashur, konsep urban farming relevan diterapkan di Pangkalpinang karena karakter wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan. “Kita tahu Pangkalpinang adalah kota kecil, lahannya terbatas. Makanya kita di sini mempunyai program urban farming, artinya pertanian perkotaan,” ujarnya. Ia mengapresiasi SMP Negeri 5 Pangkalpinang yang telah lebih dulu menggagas kegiatan bercocok tanam di lingkungan sekolah. Mashur menilai kegiatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkenalkan pertanian kepada generasi muda sejak di bangku sekolah. “Yang dilakukan Kepala Sekolah SMP 5 ini nyambung dengan program kita,” katanya. Dalam sosialisasi tersebut, Dispaper juga memberikan pemahaman mengenai cara menerapkan hidroponik sebagai salah satu metode urban farming. Mashur mengatakan pengenalan pertanian kepada pelajar tidak berhenti pada hidroponik. Ke depan, edukasi serupa dapat dikembangkan ke berbagai bidang lain yang berkaitan dengan pertanian, termasuk peternakan. “Kita di sini mensosialisasikan tata cara urban farming, terutama khususnya hidroponik. Mungkin ke depan peternakan atau ada hal-hal lain terkait pertanian lainnya,” tuturnya. Dispaper Pangkalpinang juga mendorong sekolah lain memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sekolah untuk kegiatan bercocok tanam. Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun kebiasaan siswa untuk mengenal dan mencintai tanaman. Kepala SMP Negeri 5 Pangkalpinang, Vesty Verawaty, menyambut baik pelaksanaan program tersebut di sekolahnya. Menurut Vesty, pengenalan pertanian kepada siswa dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membuka wawasan baru bagi mereka. “Kami menyambut baik karena dapat memotivasi anak-anak untuk cinta dengan tanaman dulu yang pertama,” kata Vesty. Ia berharap kegiatan bercocok tanam tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi pembelajaran kewirausahaan. Dengan demikian, siswa tidak sekadar mengenal cara menanam dan merawat tanaman, tetapi juga memahami bahwa kegiatan pertanian dapat memiliki nilai ekonomi. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Leave A Reply

Your email address will not be published.