Jakarta � Dispaper – Menteri Pertanian (Mentan) yang juga selaku Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman mengungkap temuan terhadap 25 merek beras yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi namun diduga tidak sesuai dengan standar dan kandungan yang tercantum pada label. Sebanyak 25 merek beras fortifikasi tidak memenuhi kandungan dan mutu sesuai SNI 9314:2024 untuk kernel beras fortifikan dan SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi. Adapun merek beras yang diduga melakukan pelanggaran adalah WFO, TKS, IMF, NUR, TKL, HOK, BRV, IMR, IHJ, IAK, PBK, GNB, DTR, TKR, WJK, PLK, MKY, IMC, PTK, ARP, ARN, SKM, GNM, TAR, dan CMS. Atas temuan tersebut, pemerintah mengambil langkah tegas dengan memerintahkan penarikan produk dari peredaran, mencabut izin, serta memproses pihak-pihak yang diduga terlibat sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Mentan Amran menjelaskan temuan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena beras merupakan pangan strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Pemerintah tidak hanya memastikan ketersediaan beras, tetapi juga memastikan kualitas dan keamanan produk yang dikonsumsi masyarakat. Yang pertama kami sudah perintahkan tarik, yang kedua cabut izinnya, yang ketiga diproses,� tegas Mentan Amran dalam ekspos hasil pemeriksaan dan temuan beras fortifikasi di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (15/9). Ia menjelaskan bahwa temuan tersebut berawal dari pemeriksaan terhadap produk yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi. Berdasarkan hasil pengujian di Laboratorium IPB Bogor, Laboratorium BRMP, Saraswanti Indo Genetech (SIG), dan Eurofins Angler Biochemlab yang telah bersertifikat, ditemukan produk yang diduga tidak memenuhi kandungan fortifikasi sebagaimana yang tercantum pada label. Setelah kita cek di laboratorium, ternyata tidak sesuai dengan labelnya. Ini yang kita tindak, ujar Mentan Amran. Pemerintah mencatat, terdapat 25 merek diduga melakukan penipuan ketidaksesuaian kandungan. Padahal, lanjut Mentan Amran, beras fortifikasi memiliki tujuan khusus untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi kelompok masyarakat rentan, antara lain masyarakat miskin, ibu hamil dan menyusui, balita, serta kelompok yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi. Fortifikasi bukan untuk menggantikan beras premium. Fortifikasi ini untuk kelompok rentan, stunting, orang miskin, ibu hamil, menyusui, dan balita. Kalau dijual dengan harga sangat tinggi, tentu tidak tepat sasaran, kata Mentan. Selain persoalan kandungan, pemerintah menemukan adanya disparitas harga yang sangat tinggi. Produk yang seharusnya berada pada kisaran harga sekitar Rp13.000-Rp13.500 per kilogram ditemukan dipasarkan hingga Rp57.000 per kilogram. Menurut Mentan Amran, selisih harga tersebut sangat merugikan masyarakat apabila produk yang dibeli ternyata tidak memberikan kandungan fortifikasi sebagaimana yang dijanjikan. Yang tertinggi dijual Rp57.000. Seharusnya sekitar Rp13.500. Selisihnya bisa mencapai Rp44.100 per kilogram. Ini sangat merugikan konsumen, ujarnya. Pemerintah memperkirakan nilai kerugian konsumen akibat dugaan praktik tersebut dapat mencapai sekitar Rp89 triliun. Angka tersebut merupakan estimasi dan masih menjadi bagian dari pendalaman bersama aparat penegak hukum. Mentan Amran menegaskan, pemerintah tidak akan membiarkan adanya pihak yang mengambil keuntungan dengan mengorbankan masyarakat, terlebih produk tersebut berkaitan dengan kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan gizi. Jangan sampai ada yang menyusahkan rakyat kecil. Kita ingin semuanya tumbuh bersama, tetapi jangan ada yang merugikan rakyat kecil, tegasnya. Sumber Webside Kementerian Pertanian RI
Trending
- Apel Pegawai
- Apel Pegawai
- Kementan Bentuk Gugus Tugas Hadapi Fenomena Cuaca Ekstrem El Nino
- Pengambilan Sampel
- Pembukaan Pelatihan
- Harkitnas 2023, Mentan SYL Dorong Semangat Penguatan Kinerja Sektor Pertanian
- HARI KEBANGKITAN NASIONAL
- Bimbingan Teknis Pembagian Sapi
- PENYALURAN CADANGAN BERAS PEMERINTAH PUSAT UNTUK BANTUAN PANGAN TAHAP II
- Pengawasan dan Evaluasi
- PENYALURAN CADANGAN BERAS PEMERINTAH PUSAT UNTUK BANTUAN PANGAN TAHAP II
- PENYALURAN CADANGAN BERAS PEMERINTAH PUSAT UNTUK BANTUAN PANGAN TAHAP II
- Apel Pegawai Dispaper
- PENYALURAN CADANGAN BERAS PEMERINTAH PUSAT UNTUK BANTUAN PANGAN TAHAP II
- PENYALURAN CADANGAN BERAS PEMERINTAH PUSAT UNTUK BANTUAN PANGAN TAHAP II
- PENYALURAN CADANGAN BERAS PEMERINTAH PUSAT UNTUK BANTUAN PANGAN TAHAP II
- PENYALURAN CADANGAN BERAS PEMERINTAH PUSAT UNTUK BANTUAN PANGAN TAHAP II
- Pembukaan Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia
- Rapat Koordinasi Pembagian Beras Cadangan Pangan
- Rakor Kelurahan Tangap Inflasi
- Sidak Pasar Pagi
- Launching Pembagian Beras
- Pelatihan Penyusunan Analisa Jabatan ( ANJAB )
- Family Gathering Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang Pantai Pukan, 11 Maret 2023
- Tanaman Cabai
- Penimbangan Sapi Potong
- Gotong Royong
- Rutin Gotong Royong
- Rapat Koordinasi Pejabat Pengadaan
- Persentasi Faktor Resiko
- Pelatihan
- Rapat Koordinasi Persiapan
- Rapat Koordinasi Bantuan Pangan
- Rapat Penyuluh
- Sholat Isya dan Tarawih
- Pembagian Beras Pemerintah
- Pengambilan Sampel
- Kunker ( Kunjungan Kerja )
- Penyusunan Renstra
- Berkoordinasi Kepala Dinas
- Kunjungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Propinsi
- Kunjungan Bappeda Kota Pangkalpinang
- Gema Suara Ramadhan ( Gerakan setiap Jum’at melalui Satu Aksi Bersama di bulan Ramadhan ) 1444H
- Selamat Menjalankan Ibadah Puasa
- Kunjungan ke RPH ( Rumah Pemotongan Hewan ) Kota Pangkalpinang
- Rapat Kerja Nasional
- Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah
- Apel Rutin
- HARI KARTINI
- HARI PENDIDIKAN NASIONAL
- Panen Cabai Bersama Walikota
- PASAR P2L
- Mentan Amran Rapat Pukul 06.00 Bahas Bioetanol, Mensesneg: �Rapat Paling Pagi yang Saya Ikuti
- NTP Petani Tembus Rekor 129,19, Ekonomi Petani Makin Menguat
- Mentan Amran Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Bermasalah, Ditarik dan Diproses Hukum
- Optimalkan Tata Kelola Aset, Dispaper Pangkalpinang Gelar Rapat Koordinasi Bersama Inspektorat
- Dukung Produktivitas Petani, Dinas Pangan dan Pertanian Salurkan Bantuan Saprodi dan Pupuk
- Perkuat Sinergi, Dispaper Pangkalpinang Kunjungi Balai Karantina
- Wali Kota Pangkalpinang Salurkan Bantuan Pangan untuk Warga Desil 1–4, Pastikan Tepat Sasaran
- Data Penerima dari Pusat Sekretaris Dinas Pangan: Penyaluran Bantuan Beras di Pangkalpinang Berjalan Sesuai Jadwal
- Pengambilan Sampel Melon untuk Proses Sertifikasi Prima 3 di Babel Agro Farm
- Kejar Swasembada Gula Dua Tahun, Mentan Amran Pacu Produksi Nasional Tembus 3 Juta Ton