Website Resmi Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang

Laki-laki dan Perempuan Butuh Gizi Berbeda, Ini Penjelasan Dispaper Pangkalpinang

0

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Pola konsumsi makanan bergizi tidak bisa disamaratakan antara setiap individu. Perbedaan jenis kelamin, usia, hingga tingkat aktivitas menjadi faktor utama dalam menentukan kebutuhan gizi harian. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri, dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) B2SA yang digelar di Pangkalpinang. Menurut Yiyi, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa kebutuhan asupan makanan antara laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan signifikan, meskipun berada pada rentang usia yang sama. “Misalnya usia 20 tahun, antara laki-laki dan perempuan itu kebutuhan karbohidratnya berbeda. Laki-laki bisa sampai delapan porsi, satu porsi sekitar 100 gram, jadi total sekitar 800 gram. Sedangkan perempuan sekitar enam sampai tujuh porsi atau 600 hingga 700 gram,” jelasnya kepada Bangkapos.com, Selasa (14/4/2026). Perbedaan tersebut, lanjut Yiyi, dipengaruhi oleh aktivitas fisik dan kebutuhan energi masing-masing individu yang tidak sama. Tak hanya karbohidrat, komposisi makanan dalam pola B2SA juga harus mencakup sumber protein hewani dan nabati, serta asupan vitamin, mineral, minyak, dan lemak dalam jumlah seimbang. “Protein hewani dan nabati harus ada, begitu juga vitamin dan mineral. Lemak juga perlu, tapi tidak boleh berlebihan,” ujarnya. Selain itu, Yiyi menyoroti pentingnya pengaturan konsumsi sayur dan buah berdasarkan usia. Menurutnya, kebutuhan serat tubuh akan berubah seiring bertambahnya usia. “Untuk usia di bawah 50 tahun, porsi sayur harus lebih banyak karena kandungan seratnya tinggi. Tapi jika sudah di atas 50 tahun, porsi buah yang perlu ditingkatkan,” katanya. Ia menjelaskan, pada usia lanjut, sistem pencernaan manusia mengalami perubahan sehingga tidak dianjurkan mengonsumsi terlalu banyak serat dari sayuran. “Di atas usia 50 tahun, proses pencernaan sudah berbeda. Jadi jangan terlalu banyak makan serat dari sayur, tapi bisa diganti dengan buah yang lebih mudah dicerna,” tambahnya. Melalui edukasi ini, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pola makan B2SA yang disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing, sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus mencegah berbagai penyakit akibat pola makan yang tidak seimbang. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah) Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar

Leave A Reply

Your email address will not be published.