Jakarta – Dispaper – Kementerian Pertanian mempercepat pengembangan jagung pangan untuk mendukung kebutuhan industri pangan nasional sekaligus memperkuat pasokan dalam negeri. Kebijakan ini menjadi bagian dari target swasembada jagung 2026 dengan proyeksi produksi mencapai 18 juta ton pipilan kering. Program pengembangan jagung pangan dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk memperluas pemanfaatan jagung tidak hanya sebagai pakan ternak, tetapi juga sebagai bahan baku industri pangan nasional guna meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri. Peningkatan produksi terus menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik memproyeksikan potensi produksi jagung pada periode Januari–Maret 2026 mencapai 4,94 juta ton, naik 4,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ditopang surplus dan stok carry over sekitar 4,5 juta ton berdasarkan perhitungan neraca pangan nasional, pemerintah memastikan kebutuhan dalam negeri dapat dipenuhi tanpa impor. Untuk melindungi produsen, harga pembelian di tingkat petani ditetapkan Rp5.500 per kilogram. Ketersediaan produksi tersebut menjadi dasar pemerintah memperluas pemanfaatan jagung ke sektor industri pangan. Selama ini jagung nasional didominasi untuk pakan ternak, terutama ayam petelur dan pedaging. Pemerintah kini mendorong pemanfaatannya sebagai bahan baku industri pangan domestik untuk mengurangi ketergantungan pasokan luar negeri sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas jagung. Kebutuhan jagung pangan untuk industri nasional diperkirakan mencapai sekitar 450.000 ton per tahun, terutama untuk industri pengolahan pati dan turunan pangan. Salah satu industri yang membutuhkan pasokan jagung berdaya pati tinggi adalah PT Tereos FKS Indonesia. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Kementan berkoordinasi dengan produsen benih nasional, termasuk PT Restu Agropro Jayamas di Kediri, Jawa Timur. Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan, Tiurmauli Silalahi, menyampaikan pemerintah memperkuat sinergi antara petani dan industri melalui pengembangan varietas jagung pangan sesuai kebutuhan industri. “Saat ini Direktorat Hilirisasi Hasil Tanaman bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan melakukan sosialisasi dan menjalin kerja sama dengan berbagai provinsi sentra jagung untuk memastikan pasokan industri berjalan berkelanjutan,” ujarnya (12/2/2026) Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sastro, menegaskan pengembangan jagung pangan sangat memungkinkan didukung teknologi pengolahan yang semakin maju. “Melalui penguatan kemitraan dan hilirisasi, jagung tidak hanya menjadi komoditas pakan, tetapi juga sumber bahan baku industri pangan bernilai tambah tinggi bagi ekonomi nasional,” ujarnya. Pemerintah optimistis strategi ini menempatkan jagung sebagai komoditas strategis yang tidak hanya menopang sektor peternakan, tetapi juga menjadi fondasi pertumbuhan industri pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Sumber Webside Kementerian Pertanian Republik Indonesia
Trending
- Apel Pegawai
- Apel Pegawai
- Kementan Bentuk Gugus Tugas Hadapi Fenomena Cuaca Ekstrem El Nino
- Pengambilan Sampel
- Pembukaan Pelatihan
- Harkitnas 2023, Mentan SYL Dorong Semangat Penguatan Kinerja Sektor Pertanian
- HARI KEBANGKITAN NASIONAL
- Bimbingan Teknis Pembagian Sapi
- PENYALURAN CADANGAN BERAS PEMERINTAH PUSAT UNTUK BANTUAN PANGAN TAHAP II
- Pengawasan dan Evaluasi
- PENYALURAN CADANGAN BERAS PEMERINTAH PUSAT UNTUK BANTUAN PANGAN TAHAP II
- PENYALURAN CADANGAN BERAS PEMERINTAH PUSAT UNTUK BANTUAN PANGAN TAHAP II
- Apel Pegawai Dispaper
- PENYALURAN CADANGAN BERAS PEMERINTAH PUSAT UNTUK BANTUAN PANGAN TAHAP II
- PENYALURAN CADANGAN BERAS PEMERINTAH PUSAT UNTUK BANTUAN PANGAN TAHAP II
- PENYALURAN CADANGAN BERAS PEMERINTAH PUSAT UNTUK BANTUAN PANGAN TAHAP II
- PENYALURAN CADANGAN BERAS PEMERINTAH PUSAT UNTUK BANTUAN PANGAN TAHAP II
- Pembukaan Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia
- Rapat Koordinasi Pembagian Beras Cadangan Pangan
- Rakor Kelurahan Tangap Inflasi
- Sidak Pasar Pagi
- Launching Pembagian Beras
- Pelatihan Penyusunan Analisa Jabatan ( ANJAB )
- Family Gathering Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang Pantai Pukan, 11 Maret 2023
- Tanaman Cabai
- Penimbangan Sapi Potong
- Gotong Royong
- Rutin Gotong Royong
- Rapat Koordinasi Pejabat Pengadaan
- Persentasi Faktor Resiko
- Pelatihan
- Rapat Koordinasi Persiapan
- Rapat Koordinasi Bantuan Pangan
- Rapat Penyuluh
- Sholat Isya dan Tarawih
- Pembagian Beras Pemerintah
- Pengambilan Sampel
- Kunker ( Kunjungan Kerja )
- Penyusunan Renstra
- Berkoordinasi Kepala Dinas
- Kunjungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Propinsi
- Kunjungan Bappeda Kota Pangkalpinang
- Gema Suara Ramadhan ( Gerakan setiap Jum’at melalui Satu Aksi Bersama di bulan Ramadhan ) 1444H
- Selamat Menjalankan Ibadah Puasa
- Kunjungan ke RPH ( Rumah Pemotongan Hewan ) Kota Pangkalpinang
- Rapat Kerja Nasional
- Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah
- Apel Rutin
- HARI KARTINI
- HARI PENDIDIKAN NASIONAL
- Panen Cabai Bersama Walikota
- PASAR P2L
- Dorong Kemandirian Energi, Kementan Gaspol Hilirisasi Pertanian untuk Pengembangan Biofuel dan Bioetanol
- Kementan, Kemendiktisaintek, dan BRIN Perkuat Sinergi Riset untuk Dukung Swasembada Pangan dan Hilirisasi
- Pemkot Pangkalpinang Sudah Enam Kali Gelar Gerakan Pangan Murah Sepanjang 2026
- Stok Daging Sapi di Pangkalpinang Cukup Sampai Idul Fitri, Harga Tak Boleh di Atas Rp140 Ribu
- Menanam Bibit Terung Unggu
- Pengamat IPB Apresiasi Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi
- Sukses Diplomasi Presiden Prabowo, 53 Kelompok Komoditas Pertanian RI Bebas Tarif ke AS
- Minyak Goreng Tak Boleh Langka dan Mahal, Indonesia Produsen Utama Sawit Dunia
- Kementan Dorong Penyediaan Jagung Pangan untuk Industri
- Mentan Amran Lapor ke Presiden: Stok Pangan Aman dan Lebih dari Cukup Jelang Ramadan dan Idulfitri