BANGKAPOS.COM, BANGKA- DISPAPER – Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) Kota Pangkalpinang melakukan vaksin untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, khususnya sapi. Saat ini, Dispaper Pangkalpinang masih menunggu distribusi vaksin PMK dari pemerintah pusat. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPP Kota Pangkalpinang, Zunaria, mengatakan pihaknya telah mengajukan permohonan vaksin dan diperkirakan akan menerima sebanyak 200 hingga 300 dosis. “Vaksin PMK saat ini sedang kita tunggu distribusinya dari pusat. Perkiraan jumlahnya sekitar 200 sampai 300 dosis,” ujar Zunaria, kepada Bangkapos.com, Selasa (3/2/2026). Sambil menunggu kedatangan vaksin, pihaknya tetap mengintensifkan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan ternak secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi hewan tetap sehat, terkendali, serta terbebas dari penyakit menular. Menurut Zunaria, pemeriksaan rutin juga difokuskan pada hewan ternak yang akan dipotong, terutama menjelang kebutuhan konsumsi masyarakat.
“Pemeriksaan hewan terus kami lakukan secara rutin agar kondisi ternak tetap aman dan bebas penyakit,” jelasnya. Terkait ketersediaan daging sapi di Kota Pangkalpinang, Zunaria menyebutkan bahwa hingga saat ini pasokan masih mengandalkan sapi hasil persilangan Brahman Cross (BX) yang didatangkan dari Provinsi Lampung. Sapi-sapi tersebut merupakan hasil penggemukan dari perusahaan peternakan dan dikirim langsung ke Pangkalpinang untuk memenuhi kebutuhan pemotongan daging. “Untuk produksi daging potong, kita masih mengandalkan sapi BX yang didatangkan dari Lampung. Itu hasil penggemukan dari perusahaan, kemudian langsung dikirim ke sini,” katanya. Zunaria pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak khawatir berlebihan. Pasalnya, pengawasan kesehatan hewan terus dilakukan secara ketat guna menjaga keamanan pangan serta melindungi kesehatan masyarakat. Sumber ( Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)