Website Resmi Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang

Dispaper Pangkalpinang Gelar GPM Khusus Beras SPHP, 2 Jam 2 Ton Beras Murah Ludes Diserbu Warga

0

BANGKAPOS.COM, BANGKA- DISPAPER – Antusiasme masyarakat Kota Pangkalpinang terhadap Gerakan Pangan Murah (GPM) terbilang tinggi. Hal ini terlihat dari ludesnya 2 ton beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang disediakan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) Kota Pangkalpinang hanya dalam waktu dua jam, Kamis (22/1/2026). GPM kali ini digelar secara khusus dengan fokus pada komoditas beras SPHP sebagai upaya pemerintah daerah membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga lebih terjangkau. Dalam kegiatan tersebut, beras SPHP dijual dengan harga Rp58.000 per kemasan 5 kilogram, dan setiap warga dibatasi membeli maksimal dua kemasan. Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispaper Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri mengatakan tingginya minat masyarakat menunjukkan kebutuhan beras murah masih sangat besar. Terlebih, harga beras SPHP di pasaran saat ini masih berada di batas atas Harga Eceran Tertinggi (HET). “Di pasar tradisional maupun ritel modern, beras SPHP dijual sesuai HET, tetapi di harga tertinggi yakni Rp65.000 per 5 kilogram. Melalui GPM ini, kami menjual dengan harga Rp58.000 per 5 kilogram. Masih dalam rentang HET, namun jauh lebih terjangkau bagi masyarakat,” ujar Yiyi kepada Bangkapos.com, Kamis (22/1/2026). Untuk pelaksanaan tahap pertama, Dispaper menyiapkan sebanyak 2 ton beras SPHP.  Namun, jumlah tersebut belum dapat ditambah karena keterbatasan armada distribusi. Meski demikian, Dispaper berkomitmen meningkatkan pasokan pada pelaksanaan berikutnya. “Hari ini kita sediakan 2 ton dan habis dalam waktu singkat. Insyaallah minggu depan, tepatnya Kamis, kita upayakan bisa menjual hingga 3 ton,” kata Yiyi. Ia juga menyampaikan bahwa GPM khusus beras SPHP ini direncanakan kembali digelar pada 29 Januari 2026. Ke depan, Dispaper akan kembali melaksanakan GPM seperti biasa dengan menghadirkan berbagai komoditas kebutuhan pokok lainnya. “Apabila ke depan beras SPHP masih sangat dibutuhkan masyarakat dan ada penugasan lanjutan terkait penjualan SPHP, tentu akan kita laksanakan kembali,” jelasnya. Salah seorang warga Kecamatan Selindung, Sri mengaku terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah tersebut. Menurutnya, selisih harga yang ditawarkan cukup signifikan dan meringankan pengeluaran rumah tangga.

“Alhamdulillah, harganya lebih murah dibandingkan di pasar. Selisihnya lumayan untuk kami, apalagi beras kebutuhan sehari-hari. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan,” ujarnya.

Sri juga berharap ke depan jumlah beras yang disediakan dapat ditambah agar lebih banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya. Sumber Bangkapos.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.