JAKARTA – Pangkal Pinang – Dispaper – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pengembangan komoditas ubi jalar sebagai salah satu sumber pangan strategis nasional yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan ketahanan pangan, kesejahteraan petani, dan pengembangan agribisnis berbasis komoditas lokal. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar dalam rapat yang dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas serta Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) pada Senin (15/06/26). Dalam forum tersebut, Wamentan Sudaryono menegaskan Kementan siap mendukung pengembangan varietas unggul hingga perluasan budidaya ubi jalar di berbagai daerah. “Kami sangat mendukung pengembangan ubi jalar. Mau ditanam di mana dan berapa luas pengembangannya, kami siap mendukung. Ubi jalar ini komoditas yang luar biasa karena dapat tumbuh di berbagai kondisi lahan, termasuk lahan marjinal, sehingga potensinya sangat besar untuk dikembangkan sebagai sumber pangan,” ujar Wamentan Sudaryono. Menurut Wamentan Sudaryono, luas tanam ubi jalar nasional pada tahun 2026 mencapai sekitar 70 ribu hektare dengan produktivitas rata-rata 26 ton per hektare. Pemerintah akan terus berupaya meningkatkan produktivitas dan pengembangan komoditas tersebut melalui dukungan teknologi, benih unggul, serta pendampingan kepada petani. “Produksi ubi jalar harus terus kita tingkatkan. Saat ini luas tanamnya sekitar 70 ribu hektare dengan produktivitas 26 ton per hektare dan akan terus kita dorong agar berkembang lebih besar lagi,” ujar Wamentan Sudaryono. Ia menjelaskan Kementan memiliki berbagai fasilitas pendukung pengembangan komoditas umbi-umbian, termasuk balai pengembangan umbi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang selama ini menjadi salah satu pusat pengembangan dan penyediaan teknologi budidaya. Selain itu, Kementan juga telah memiliki berbagai varietas ubi jalar yang terdaftar dan dilepas secara resmi untuk mendukung kebutuhan petani. Karena itu, Wamentan Sudaryono mendorong agar hasil-hasil penelitian perguruan tinggi yang memiliki potensi unggul dapat segera menyelesaikan proses pelepasan varietas sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih luas. “Kami siap menindaklanjuti hasil riset yang dikembangkan perguruan tinggi. Kalau varietasnya sudah dilepas secara resmi, Kementan dapat mendukung pengadaan benih dan pengembangannya di lapangan,” katanya. Wamentan Sudaryono mengungkapkan bahwa Kementan sebenarnya telah menyiapkan program pengembangan ubi jalar seluas 295 hektare di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat diversifikasi pangan nasional sekaligus membuka peluang pengembangan komoditas bernilai ekonomi tinggi bagi petani. Meski saat ini fokus utama pengembangan komoditas umbi berada pada singkong untuk mendukung program bioenergi nasional, Wamentan Sudaryono menegaskan ubi jalar tetap memiliki peran penting sebagai sumber pangan masa depan yang perlu terus dikembangkan. “Ubi jalar memiliki potensi besar sebagai sumber pangan. Komoditas ini dapat tumbuh di berbagai kondisi lahan, termasuk lahan marjinal, sehingga peluang pengembangannya sangat luas,” jelasnya. Menurutnya, tantangan utama dalam pengembangan ubi jalar bukan terletak pada ketersediaan lahan, sumber daya manusia, maupun teknologi budidaya, melainkan pada penyediaan benih atau bibit unggul yang memadai. Karena itu, percepatan pelepasan varietas hasil penelitian menjadi langkah penting untuk mendukung perluasan pengembangan komoditas tersebut. “Kami siap mendukung pengembangannya dalam skala besar. Yang paling penting adalah memastikan ketersediaan bibit unggul agar petani memiliki akses terhadap varietas yang produktif dan sesuai kebutuhan pasar,” tegasnya. Pada kesempatan yang sama, Wamentan Sudaryono juga menegaskan bahwa berbagai program pembangunan pertanian yang dijalankan pemerintah, termasuk program cetak sawah di Merauke, bertujuan meningkatkan produktivitas lahan dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, program tersebut tidak mengambil alih kepemilikan lahan masyarakat, melainkan membantu mengubah lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi sumber pendapatan bagi petani. “Negara hadir memberikan bantuan agar lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat menjadi lahan pertanian yang menghasilkan. Kepemilikan lahan tetap berada di tangan masyarakat. Dengan dukungan infrastruktur dan irigasi, lahan tersebut bahkan dapat ditanami hingga dua sampai tiga kali dalam setahun sehingga meningkatkan pendapatan petani,” ungkapnya. Kementan optimistis pengembangan ubi jalar dapat menjadi salah satu model pembangunan pertanian berbasis inovasi yang mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan daya saing komoditas lokal Indonesia di tingkat global. Dukungan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu mempercepat lahirnya varietas unggul dan pengembangan kawasan budidaya ubi jalar secara berkelanjutan. Sumber Webside Kementerian Pertanian Republik Indonesia
Trending
- Apel Pegawai
- Apel Pegawai
- Kementan Bentuk Gugus Tugas Hadapi Fenomena Cuaca Ekstrem El Nino
- Pengambilan Sampel
- Pembukaan Pelatihan
- Harkitnas 2023, Mentan SYL Dorong Semangat Penguatan Kinerja Sektor Pertanian
- HARI KEBANGKITAN NASIONAL
- Bimbingan Teknis Pembagian Sapi
- PENYALURAN CADANGAN BERAS PEMERINTAH PUSAT UNTUK BANTUAN PANGAN TAHAP II
- Pengawasan dan Evaluasi
- PENYALURAN CADANGAN BERAS PEMERINTAH PUSAT UNTUK BANTUAN PANGAN TAHAP II
- PENYALURAN CADANGAN BERAS PEMERINTAH PUSAT UNTUK BANTUAN PANGAN TAHAP II
- Apel Pegawai Dispaper
- PENYALURAN CADANGAN BERAS PEMERINTAH PUSAT UNTUK BANTUAN PANGAN TAHAP II
- PENYALURAN CADANGAN BERAS PEMERINTAH PUSAT UNTUK BANTUAN PANGAN TAHAP II
- PENYALURAN CADANGAN BERAS PEMERINTAH PUSAT UNTUK BANTUAN PANGAN TAHAP II
- PENYALURAN CADANGAN BERAS PEMERINTAH PUSAT UNTUK BANTUAN PANGAN TAHAP II
- Pembukaan Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia
- Rapat Koordinasi Pembagian Beras Cadangan Pangan
- Rakor Kelurahan Tangap Inflasi
- Sidak Pasar Pagi
- Launching Pembagian Beras
- Pelatihan Penyusunan Analisa Jabatan ( ANJAB )
- Family Gathering Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang Pantai Pukan, 11 Maret 2023
- Tanaman Cabai
- Penimbangan Sapi Potong
- Gotong Royong
- Rutin Gotong Royong
- Rapat Koordinasi Pejabat Pengadaan
- Persentasi Faktor Resiko
- Pelatihan
- Rapat Koordinasi Persiapan
- Rapat Koordinasi Bantuan Pangan
- Rapat Penyuluh
- Sholat Isya dan Tarawih
- Pembagian Beras Pemerintah
- Pengambilan Sampel
- Kunker ( Kunjungan Kerja )
- Penyusunan Renstra
- Berkoordinasi Kepala Dinas
- Kunjungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Propinsi
- Kunjungan Bappeda Kota Pangkalpinang
- Gema Suara Ramadhan ( Gerakan setiap Jum’at melalui Satu Aksi Bersama di bulan Ramadhan ) 1444H
- Selamat Menjalankan Ibadah Puasa
- Kunjungan ke RPH ( Rumah Pemotongan Hewan ) Kota Pangkalpinang
- Rapat Kerja Nasional
- Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah
- Apel Rutin
- HARI KARTINI
- HARI PENDIDIKAN NASIONAL
- Panen Cabai Bersama Walikota
- PASAR P2L
- Manfaatkan Lahan Kosong, Penyuluh Pertanian Sulap Halaman Sekretariat Dinas Jadi Kebun Cabai Produktif
- Mentan Amran Sebut 90% Perusahaan Sawit Sudah Naikkan Harga TBS di Tingkat Petani
- Kementan: Hati-hati Hoaks Rekrutmen “Petugas Sensus Pertanian 2026”, Masyarakat Waspada Modus Penipuan
- Keluar dari Ketergantungan Impor, Wamentan Sudaryono: Kita Siapkan Fondasi Swasembada Bawang Putih
- Mentan Amran Peringatkan Produsen Benih : Jangan Main-Main, Pelanggar akan Blacklist dan Diproses Hukum
- Wamentan Sudaryono: Ubi Jalar Berpotensi Jadi Harta Karun Pangan yang Menggerakkan Ekonomi Daerah
- Beras Tak Lagi Jadi Pemicu Inflasi, Kementan Pastikan Pasokan Pangan Aman
- Rincian Penerima Bantuan Pangan 7 Kecamatan di Kota Pangkalpinang Februari-Maret 2026
- Harkitnas 2026, Kementan Tegaskan Pentingnya Menjaga Tunas Bangsa untuk Perkuat Kedaulatan Pangan
- Kementan Gerak Cepat Stabilkan Harga Ayam Hidup, Asosiasi Peternak Siap Kawal di Lapangan